Mungkin ini menjadi tulisan yang lebih ringan daripada yang kemarin, aku melihat bahwa permasalahan cinta tidak berhenti pada konteks berkasih – kasih ataupun romansa termehek – mehek ala Romeo – Juliet atau mungkin Layla dan Majnun yang yaa.. itu sudah ya. Banyak hal yang harus ku pikirkan ulang mengenai hal itu, terutama cinta dalam persahabatan, kiranya aku telah melakukan sebuah hal yang buruk dalam persahabatan. Overlaping, mungkin itu hal yang aku lakukan padanya. Aku mengira aku takkan lagi bisa menyapanya, merangkul tubuhnya, dan hal lain yang biasanya aku lakukan. Tidak, aku tidak mengalami gangguan selera seksual namun kurasa itulah hal yang biasa kami lakukan dalam bromance kami, Welcome Back Bro!
Ada hal yang kemudian merambah area romansa lagi, jujur ini tengik, membosankan, bahkan mungkin kalian merasa bahwa ini menjijikkan atau tak pantas keluar dariku yang juga bukan orang yang baik. It’s All Over, aku menatap matanya dalam – dalam, dengan seluruh pikiranku akan masa lalu kami yang kelam. Aku melihatnya lagi menyentuh wajahnya, membelai rambutnya, orang yang dahulu aku kenal dengan sangat baik, tidak hanya raganya ataupun pembentuk raganya tapi semua yang berhubungan dengannya. Aku lemah saat menatapnya lagi, lututku gemetar, darahku mendesir, otakku membeku aku jatuh cinta lagi padanya. Bukan cinta yang seperti dulu yang aku rasakan tentunya, tapi aku jatuh cinta pada laku agungnya.
Ia tak lagi menjadi seseorang yang dulu ku perlakukan seperti tisu, aku jatuh cinta pada kebaikan dan ketulusannya. Sungguh, aku ingin sekali memanjakannya, demi membayar dosaku dimasa lalu padanya tetapi aku juga merasakan ketakutan yang mendalam padanya. Aku ketakutan dengan kehadiran diriku sendiri saat ada disisinya, aku takut kembali menyakiti hatinya. Jika tulisan ini akan dibaca olehnya, aku ingin mengatakan sesuatu padanya.
Hai kamu perempuan cantik yang pernah mengisi kehidupanku, aku ingin menyampaikan sesuatu padamu. Terima kasih atas waktumu yang telah kau luangkan padaku saat itu, sekali lagi terima kasih. Selain itu terima kasih atas kebaikan hatimu yang sungguh memesonaku, aku tak menyangka kau masih menjadi pribadi yang luar biasa ceria. Aku berharap kau bahagia dengan pilihan barumu, semoga kamu tak lagi merasakan sedih dan luka. Maafkan aku dengan segala dosaku padamu, tolong maafkan aku. Jika kau perbolehkan aku ingin sekali membayar semua kebaikanmu, aku ingin sekali membalas ketulusanmu, tidak dengan menjadi seseorang yang lalu tapi hanya sekedar teman baik demi membayar dosaku dimasa lampau itu. Sekali lagi maafkan aku.
Disaat semua kesedihan itu melanda hatiku dan meluluhlantakkannya, aku jua merasakan banyak kebahagiaan, melihat orang – orang disekitar yang mulai menemui jati dirinya dan jalur kehidupannya. Namun semuanya seakan mengambang ketika akhirnya perasaan bajingan ini menyesakkan hati dan pikirku malam ini. Bajingan tengik.
Komentar
Posting Komentar