Prawira – Hari Suci 30 September
Hari ini Indonesia mengalami sebuah huru – hara besar, kekacauan terjadi dimana – mana bukan berarti hal ini merupakan sebuah hal yang buruk yang terjadi di Indonesia, melainkan ini adalah sebuah kenikmatan dari manisnya demokarasi yang selama ini katanya kita anut namun belum juga kita rasakan manisnya. Indonesia yang sudah cukup tua mungkin jika usianya dikorelasikan dengan manusia mungkin Indonesia sudah menjadi seorang kakek dengan cucu yang manis, lucu, dan Imut – Imut.
Namun apa yang terjadi dengan bangsa ini justru sebaliknya, alih – alih memiliki cucu yang lucu dan manis justru Indonesia kini tengah tercoreng wajahnya, bukan hanya tercoreng namun juga diludahi, dikencingi, dan seterusnya kalimat yang menghinakan berhiasan pada wajah Indonesia sang Ibu Pertiwi kecintaan kami. Saudara tua kami yang duduk di singgahsana nikmat delegasi anak bangsa, kini tengah menggelinjang nikmati orgasme dan meluapkan birahinya terhadap saudara sekandungnya sendiri yang berjuluk KPK. Sungguh ironi ketika saudara sekandung menikmati tubuh yang lain. Hal ini tidak berlangsung seperti sebuah perselingkuhan berdasarkan asas sama – sama suka, namun hal ini berlangsung laksana sebuah pemerkosaan dan juga pelecehan keji terhadap apa yang kami banggakan dan apa yang kami julukkan kepada KPK yakni sang anak kandung bangsa.
Maaf saudara tuaku yang kini duduk dikursi empuk berAC digedung indah bersejarah yang diabadikan dalam mata uang terbesar negara ini, terutama kepada abangku yang tercinta sang agitator aksi dua dekade yang lalu, maaf adik kecilmu ini tak sepemahaman denganmu yang mengenalkanku pada mekanisme aksi dan membentuk aksi masa serta menggerakkan masa aksi. Aku sungguh menyesal untuk menentangmu namun apa daya, pikiranku berontak bagai sembelit ketika menahan BAB saat kuliah membuatku penat atau ketika ada perempuan cantik yang menunjukkan kesukaanya padaku.
Ditemani kegilaan jari Kenny G. pada lagunya yang berjudul The look of Love disebuah sudut dikampusku yang mungkin dulu kau hinakan karena tak berani untuk mengambil tindakan pada era perjuanganmu yang lalu. Lagu ini yang kemudian membakar semangatku untuk menulis, sejalan dengan judul lagu ini aku tengah mencari cinta dari kalian semua saudara tuaku kepada demokrasi dan bangsa ini terutama abangku, aku tak rela kakakku yang lain kau perkosa sebegitunya dengan dalih bahwa bangsa ini tidak membutuhkan dia. Aku mohon abangku, jangan jadi sengkuni. Aku malah mengirakan kau yang kemudian akan menjadi semar karena kau juga lahir dari rahim perjuangan yang sama dengan yang ku lakukan saat ini.
Ditemani kegilaan jari Kenny G. pada lagunya yang berjudul The look of Love disebuah sudut dikampusku yang mungkin dulu kau hinakan karena tak berani untuk mengambil tindakan pada era perjuanganmu yang lalu. Lagu ini yang kemudian membakar semangatku untuk menulis, sejalan dengan judul lagu ini aku tengah mencari cinta dari kalian semua saudara tuaku kepada demokrasi dan bangsa ini terutama abangku, aku tak rela kakakku yang lain kau perkosa sebegitunya dengan dalih bahwa bangsa ini tidak membutuhkan dia. Aku mohon abangku, jangan jadi sengkuni. Aku malah mengirakan kau yang kemudian akan menjadi semar karena kau juga lahir dari rahim perjuangan yang sama dengan yang ku lakukan saat ini.
Kepada saudara tuaku, ibu kita tengah tak baik – baik saja. Aku sadar setiap anak pasti pernah nakal, namun ku kira tidak ada salahnya juga aku sebagai adik kecilmu ini mengingatkanmu. Aku sayang pada kalian semua saudara tuaku, aku yakin kalian semua mampu untuk kemudian menjaga kami semua, para adik – adik kecilmu, para anak bangsa yang butuh arahan dan wejangan untuk terus membanggakan ibu dan juga menuruti keinginan ibu. Marilah saudaraku sadar, kita ini satu keluarga, rahim kita satu, rahim perjuangan.
Komentar
Posting Komentar