Hiruk - pikuk dunia kian menyengat ke dalam sanubari hati yang tiada lagi mampu menahan gejolak emosi hari ini, entah apa yang membuat dunia kian memuakkan, dunia kian menjijikkan saat ini semua manusia hanya mengikuti arus, terjebak dengan gelombang tanpa berusaha untuk menyejatikan jiwanya. Kuda Besi serta Keretanya, Kopi, Syair, dan Puisi. Dunia mengawang bagai gumpalan awan yang tak jelas letaknya dilangit atau dibumi.
Ribuan pujangga dulu sejatinya mencintai senja, saat ini jutaan penyair muda muncul menampik esensi pujangga dengan senjanya, mereka menunjukkan senja dengan caranya yang marjinal seakan tiada makna indah dibalik senja ataupun tiada makna duka tersirat didalamnya, senja tidak sepayah itu pemuda! senja adalah bidadari kami yang indah, angin adalah penjaga kami yang setia, jua selaras dengan debur ombak sebagai penghibur kami yang tak pernah lelah.
Sekiranya begitulah yang jiwa ini rasakan ketika membaca lagi cerita senja yang dilantunkan oleh para pendahulu jiwa ini, betapa indahnya cerita yang terangkai sedangkan jiwa ini hanya mampu memarjinalkannya. maafkan jiwa ini pujangga, yang tiada mampu dan tiada peka kepada senja yang sejati, jiwa ini hanya membelah tabirnya menikmatinya dengan indera, tiada dengan kesejatian senja.
Pujangga, duduklah sejenak bimbing jiwa ini agar menjadi sesuatu yang lebih sejati, tiada ringkih lemah dan terseok - seok digiring arus bagai terpatah kaki dan tangan jua bisu mulutnya. kata - kataku bukanlah kata yang indah kata kataku ialah hanya secercah kata yang tak sempurna, jua jiwa ini, jiwa yang lemah banyak mengeluh, banyak menangis, banyak mencaci, jua traumatis akan cinta.
Maafkan jiwa ini pujangga, senja untuk jiwa ini ialah sebuah maket keindahan yang belum layak tuk digenggam bahkan menyentuh piguranya saja sudah tak pantas, jiwa ini masih berkutat dengan fajar, fajar yang sendu, bersimbah embun dan haru biru, banyak sekali cerita tragis yang jiwa ini lalui dan tiada biasa jiwa ini taklukkan pujangga, cinta jiwa ini kandas pada sang fajar, bertaruh sudah jiwa ini pada alam yang mengusik cinta jiwa ini saat itu namun apa daya jiwa ini hanya bisa menghilang dipaksa oleh kehendak alam. hal itu yang membuat fajar lebih berarti untuk jiwa ini karna jiwa ini kembali menjadi jiwa traumatis terkesan tragis.
Komentar
Posting Komentar