Kisah.

Sejenak berkisah akan hari, dimana semua kesunyian terpecah dan terhempas ketika kau hadir dengan sejuta pesonamu yang mengejutkanku, ingin rasanya aku melompat dan berlari kearahmu hanya untuk menjulurkan tangan dan berkenalan denganmu namun apadayaku, hanya bisa memandangmu dari kejauhan saja, otakku menolak rasa yang disampaikan oleh hatiku, seakan tidak bisa menerima dan merespon keriangan hatiku.

Bob Marleu menemaniku pada malam itu, sambilku mengingat kembal indah parasmu yang menyejukkan hati dan membuatku terbuai hingga hilang fokusku pada dunia dan terpaku hanya padamu, tak lama berselang akhirnya aku tahu namamu, sungguh nama yang indah selaras dengan lukisan senyum yang mengembang menghiasi cantik parasmu, kau nampak sempurna unttuku, walaupun sejatinya kesempurnaan adalah fana yang tak terbatas.

Senyummu seakan mengisyaratkan pada angin untuk melantunkan nada indah nan menenangkan di telingaku, namun otakku menolak hadirku untukmu, perbedaan itu kian menjadi jurang pemisah yang teramat luas rentangnya, dan seolah tiada lagi bisa didekatkan. Bodoh memang ketika hari dan pikirku tiada berjalan beriring kepadamu dan kemudian membelah diriku pada suatu kondisi yang menghancurkan diriku sendiri, malang sungguh malang memangku.

Kiniku sudah berhasil menarik dua sisi diriku yang saling berseberangan, tlah ku mantapkan hati dan pikirku padamu yang buatku memalingkan pandangku pada satu titik yakni dirimu,  malaikat yang patah sayapnya dan terdiam di Bumi ini. Tidakkah kau menyadari bahwaku kini mengisi posisimu yang kau sampaikan pada tiap untaian kata dalam sajakmu? kini akulah yang tiada dianggap, kini akulah yang hanya dapat diam dan menunggu kau memalingkan wajahmu padaku untuk sejenak berikan atensimu padaku yang pengecut ini.

Maukah kau sejenak menatap seorang yang hina ini? yang mungkin kau mendengar ceritanya sangat buruk dan tak bermartabat, tapi bolehkah kau beriku kesempatan agarku dapat jelaskan perihal rasaku akanmu, Aku paham bagaimana posisiku saat ini diantara orang sekitarmu tapi bukannya kau juga pernah ada diposisi ini? bukannya kau juga pernah lalui sakit yang seperti ini? bukannya kau juga pernah mengharap sepertiku kini? kau taukan bagaimana sakitnya? apa kau sekejam itu membiarkanku seolah - olah aku tiada dan seakan kau tidak pernah lalui ini?.

" aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. " - SDD

Kau yang terindah semoga tak hanya pikirku saja, kau berarti untukku.

Komentar