Pelajari Embun Pagi

Pagi ini belum ku terlelap, terjaga semalaman demi mencari makna dari mengerti dan mempercayai, menikmati segenap hawa lembut pagi buta menyisipkan embun diantaranya. terima kasihku kepada mentari yang pagi ini menampilkan keindahnnya dengan gradasi jingga dan birunya yang bersanding seakan tiada perbedaan diantaranya.

Duhai kekasih mengapa tak bisa kita untuk seperti itu? bersandingan kita menyelaraskan jalan dengan warna kita masing - masing tanpa harus menaruh ego akan diri keuntungan kita sendiri.Duhai kekasih setinggi itukah ego yang kita miliki? setinggi itu kah keinginan kita untuk menang antar satu sama lain? karna tidak seharusnya demikian kita, marilah kita berhenti dalam ego, dan mulai untuk saling berserah.

Duhai kekasih, apa terlalu sulit bagi kita untuk seperti mentari? apa terlalu sulit untuk kita begitu saja saling merapatkan posisi dan bersanding menikmati indahnya jalan? jika demikian duhai kekasih, setidaknya marilah kita sejenak tenangkan diri, jika memang sulit untuk menjadi mentari mengapa tidak kita coba menjadi embun pagi?.

Banyak sudah daku menuliskan perkara kita, hingga ku lupa apakah masih ada kita diantara daku dan kau. Maafkan lah sibodoh ini yang tak mengerti arti mencintai dan saling mengerti.

Komentar