Dibatas ini lah kita berpisah, batas yang menjadi titik tolakku untuk sejenak rehat dari sakitnya perasaan, lelahnya fisik, penatnya fikiran akanmu.
Setelah ku lampaui batas ini maka saat itulah aku akan melepasmu, melepas perasaan cinta yang tak biasa, yang tlah tercurah begitu dalamnya namun tiada acuhmu.
Jangan coba kau lampaui batas yang sama denganku, jangan kau coba mengejarku.
Tapi... tiada hakku melarangmu lampaui batas itu, karna aku pun tak yakin kau lampaui batas itu tuk mengejarku... bukankah ada yang lain dalam hatimu yang ingin kau dapati?
Semoga saja ketika kau melewati itu tiada kau buang kehormatanmu dan seganku akan mu, Kau yang mulia Kau yang tercinta.
Sudahlah cukup sudah sajakku ini, Entah sajak entah syair entah bualan omong kosong ku tiada peduli, ini kisahku yang sedang tak menentu,
Berdiri digaris dengan gundah dan lirih hati.
Tertanda,
Pencintamu
Komentar
Posting Komentar